Newest Post

Suka Tantangan? Pacu Adrenalin Kamu di 6 Wisata Ekstrem Ini

| Kamis, 30 November 2017
Baca selengkapnya »

Related image
Bagi kalian yang memiliki adrenalin yang kuat dan suka tantangan, maka kalian harus mengunjungi 6 tempat wisata ini
Berwisata merupakan aktivitas yang disukai semua orang. Melalui liburan kita bisa menyegarkan pikiran kita kembali. Namun, setiap orang memiliki cara liburannya masing-masing. Ada orang yang suka jalan-jalan di situs sejarah, menelusuri kota, atau mencari tempat yang tidak semua orang bisa merasakannya.

Memilih tempat liburan yang bisa memacu adrenalin memang tidak sebanyak dengan mereka yang liburan jalan-jalan di suatu daerah. Berikut ini 6 tempat wisata bagi kamu yang ingin memacu adrenalin.

1. Kolam Setan, Air Terjun Victoria, ZambiaRelated image
Bagi kalian yang tidak memiliki nyali cukup kuat mungkin kalian harus menghindari tempat ini. Kolam ini merupakan kolam alami yang bisa memacu adrenalin kita. Namun yang menjadikannya kolam paling berbahaya adalah letaknya yang persis di bibir air terjun victoria.

Dinding penghalang alami yang membuat kita tidak jatuh terbawa arus air terjun. Jika tidak berhati-hati kita akan langsung jatuh ke bawah dan hidup kita berakhir.

2. Trolltunga, Odda, Norwegia
Norwegia menjadi salah satu negara yang sering dikunjungi wisatawan dunia. Negara ini menyajikan pemandangan alam bagi para wisatawan bahkan seakan membuat para wisatawan berada di negeri dongeng.

Dari sekian banyak wisata alam yang ada di Norwegia, ada satu tempat wisata yang bisa memacu adrenalin bahkan membahayakan pengunjungnya. Trolltunga, merupakan sebuah batu menjorok yang tedapat dari sebuah gunung sekitar 700 meter di atas Danau Ringedalsvatnet. Bagi yang takut ketinggian mungkin jangan ke sini, karena bisa langsung membuat kita merinding.

3. Islet of Vila Franca do Campo, Portugal

Semula tidak menegangkan di pulau kecil ini. Selayaknya pulau yang indah, memiliki pantai berpasir putih dan air berwarna biru yang jernih. Namun, potensi wisata di pulau ini tidak hanya pantainya saja. Di sini ada tempat untuk mereka yang memiliki nyali yang kuat. Tempat ini menawarkan kita untuk terjun bebas langsung ke laut.
4. Mengendarai sepeda di tebing Moher


Bersepeda dengan suasana alam memang menyenangkan. Namun, di sini jalur sepeda yang ditawarkan persis di pinggir tebing dengan lebar jalan yang sangat sempit, bahkan jika ada kesalahan sedikit kita akan langsung jatuh ke bawah sejauh 182 meter.

5. Insanity, Las Vegas

Berbeda dengan wisata alam di atas, wisata ini dibuat oleh manusia. Yang menegangkan, wisata ini merupakan wahana tornado yang terletak di ketinggian 247 meter.
Wahana ini akan memutar tubuh kita di udara. Selain tubuh yang diputar diatas ketinggian, kita juga bisa menikmati pemandangan pusat kota bersejarah Las Vegas yang menakjubkan.

6. Edgewalk, CN Tower, Toronto, Kanada

Wahana yang dibuat manusia ini merupakan wahana yang membuat kita merasakan bergelantung di atas ketinggian. Dibantu dengan tali pengaman dan baju khusus, kita akan merasakan sensasi bergelantungan di atas kota Kanada.

Kita akan bergelantungan di ketinggian 553 meter dari atas tanah, yang cukup membuat jantung berpacu lebih cepat dari biasanya.

Suka Tantangan? Pacu Adrenalin Kamu di 6 Wisata Ekstrem Ini

Posted by : Susan Lims
Date :Kamis, 30 November 2017
With 0komentar

Peristiwa Supermoon Pertama 2017 Jatuh pada Akhir Pekan Ini

|
Baca selengkapnya »
Related image
Warga berdiri dengan latar belakang supermoon yang terlihat di Pantai Sanur, Bali, Senin (14/11). Fenomena ini terjadi saat bulan mencapai titik terdekat dengan bumi dan merupakan fenomena supermoon terbesar dalam 68 tahun terakhir. 
Peristiwa alam Supermoon pertama di 2017 akan berlangsung dalam waktu dekat. Supermoon akan kembali menghiasi langit Bumi lebih tepatnya pada pekan ini.

Jika beberapa waktu terakhir sudah muncul bulan purnama yang jaraknya terhitung dekat, jarak Supermoon justru akan lebih dekat dengan Bumi.

Puncak Supermoon akan terjadi pada Minggu subuh (3/12/2017) kira-kira pukul 4.00 WIB waktu Indonesia. Jika jarak Bulan biasanya berjarak 238 mil dari Bumi, saat Supermoon ia akan berjarak 222 mil.
Menurut informasi yang dilansir Fox News pada Kamis (30/11/2017), Bulan pada saat Supermoon akan lebih terang 30 persen dan 14 persen lebih besar. Bahkan, penduduk di wilayah Asia akan melihatnya menutupi lintasan bintang Aldebaran sebelum purnama.

Semisal Supermoon tak tampak karena cuaca buruk pada awal Desember ini, kamu bisa menyaksikan Supermoon berikutnya pada Januari 2018 mendatang.

Cara Melihat Supermoon

Penampakan supermoon yang terlihat di atas Pantai Sanur, Bali, Senin (14/11). Fenomena ini terjadi saat bulan mencapai titik terdekat dengan bumi dan merupakan fenomena supermoon terbesar dalam 68 tahun terakhir.
Meski diklaim akan lebih dekat dengan Bumi, peristiwa Supermoon ini ternyata bukan yang paling besar di 2017.
Supermoon terbesar justru tampak jelas dari Bumi pada 2016 lalu. Peristiwa Supermoon itu juga disebut sebagai Supermoon paling besar dalam 70 tahun terakhir.

Tentu peristiwa tersebut jadi kesempatan langka untuk melihat bulan dengan bentuk terbesarnya dari Bumi. Sebab, jika kamu melewatkan peristiwa langka ini, kamu akan kembali melihat Supermoon dalam waktu terdekat setidaknya pada 25 November 2034.

Bob Breman, astronom dari Slooh Community Observatory, mengatakan jika ingin melihat Supermoon tidak memerlukan alat khusus.

Kamu bisa melihatnya dengan mata telanjang. Sementara kalau ingin mendapatkan pemandangan terbaik dari peristiwa ini, usahakan untuk melihat di tempat yang tidak ada polusi cahaya seperti di perkotaan. Karena, tingkat kecerahan bulan bisa dihalangi cahaya lampu gedung-gedung atau awan.

Bulan purnama terjadi setiap bulan ketika matahari, Bumi, dan bulan berada dalam garis sejajar. Supermoon sendiri terjadi ketika bulan berada di titik perigee atau titik terdekat dengan bumi.

Pejabat NASA dalam sebuah pernyataan menjelaskan, dengan dekatnya jarak tersebut, Bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih cerah di langit.


Peristiwa Supermoon Pertama 2017 Jatuh pada Akhir Pekan Ini

Posted by : Susan Lims
Date :
With 0komentar

HEADLINE: Rudal Korut Ancam Washington DC, Perang Akan Berkobar?

| Rabu, 29 November 2017
Baca selengkapnya »

Image result for ledakan rudal balistik
Tayangan berita di Tokyo yang menampilkan visualisasi rudal Korea Utara yang meluncur pada 29 November 2017. Rudal itu jatuh di Laut Jepang, atau 1.000 km dari titik peluncuran awal, setelah terbang ke angkasa setinggi 4.500 km (ilustrasi ledakan rudal balistik)

Pyongyang - Korea Utara menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-15 pada pukul 02.48, Rabu 29 November 2017.

Sehari sebelumnya, sang pemimpin tertinggi mengeluarkan titah. "Peluncuran uji coba disetujui. Pelaksanaannya kala fajar 29 November! Tembakkan dengan gagah berani demi partai dan negara!," demikian perintah yang ditandatangani Kim Jong-un, yang disiarkan media corong Korut, KCNA, seperti dikutip dari FoxNews, Rabu malam.
Foto Kim Jong-un, berkaca mata dan rambut disisir klimis ke belakang, sedang membubuhkan tanda tangan di atas kertas juga dirilis.

Pihak Pyongyang mengklaim, itu adalah rudal terdahsyat yang mereka miliki. Lebih kuat dan bisa dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir besar.
Korut mengklaim, Rudal Hwasong-15 mencapai ketinggian 4.475 kilometer, terbang sejauh 950 kilometer dalam waktu 53 menit, sebelum akhirnya jatuh di titik 250 kilometer dari pantai timur Jepang.

Rudal itu, menurut Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis, "Lebih tinggi dari yang sebelumnya sudah mereka luncurkan." Bos Pentagon itu menambahkan, Korea Utara kini telah menjadi ancaman bagi dunia.

hobi99.com
Proyeksi lebih mengerikan disampaikan sejumlah ahli. "Jika diluncurkan pada lintasan rata, misil itu bisa menempuh jarak sejauh 13.000 km. Cukup untuk mencapai Washington DC," kata Scott Seaman, direktur biro Asia untuk firma konsultan Eurasia Group, seperti dikutip dari CNBC.


                
Sedangkan, David Wright, direktur program keamanan global untuk firma analis nonprofit Union of Concerned Scientist menyebut, "Rudal semacam itu akan memiliki jarak yang lebih dari cukup untuk mencapai Washington DC. Bahkan, sebenarnya mampu mencapai sebagian besar daratan Amerika Serikat."
Sebaliknya, Michael Elleman, analis rudal balistik untuk 38 North -- program milik Institut AS-Korea di Johns Hopkins University mengatakan, peluncuran tersebut justru menunjukkan, Korut hanya sedikit lebih maju dalam pengembangan teknologi ICBM.

"Masih banyak tes yang harus dilakukan untuk memastikan kinerja dan keandalan misil," kata Elleman seperti dikutip dari USA Today.

Ia menambahkan, kemampuan rudal Korut masuk kembali ke atmosfer masih dipertanyakan. Padahal teknologi tersebut sangat penting untuk mengirimkan hulu ledak ke sasaran.

"Masih perlu waktu bagi Korea Utara untuk memiliki ICBM yang bisa mencapai daratan Pantai Barat AS, meski mereka terus maju," kata dia.

Senada, Chad O’Carroll, direktur pelaksana perusahaan riset dan analisis Korea Risk Group mengatakan, meski Pyongyang mengklaim rudal balistik antarbenua mereka telah siap, itu bisa saja berarti mereka siap untuk memulai produksi massal Hwasong-15.

Tidak jelas apakah telah menguasai teknologinya untuk membuat miniatur hulu ledak nuklir.

Sejauh ini wilayah Amerika Serikat masih aman. Komando Pertahanan Udara Amerika Utara atau North American Aerospace Defense Command (NORAD) mengatakan, rudal yang diluncurkan Korut Rabu dini hari tak menghadirkan ancaman bagi AS.

"Tak ada ancaman bagi Amerika Utara, teritori kita (AS), atau pihak sekutu, kata juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning kepada Fox News.

Uji coba rudal terbaru Korut memicu kecaman dunia. Korea Selatan bahkan langsung meresponsnya dengan meluncurkan salah satu rudal balistiknya.

Bagi sejumlah pihak, peluncuran yang dilakukan oleh Korea Utara itu tak hanya menunjukkan kemajuan teknologi rudal mereka.

Setidaknya ada dua hal yang ingin disampaikan pihak Kim Jong-un: ancaman rudal Korut semakin nyata dampaknya bagi Amerika Serikat. Kemudian, mereka tak sudi bernegosiasi.

Beberapa bulan lalu, diplomat top Amerika Serikat yang menangani isu Semenanjung Korea, Joseph Yun pernah mengatakan bahwa negaranya siap membuka pintu dialog dengan Korea Utara, jika Pyongyang sepakat untuk menunda seluruh peluncuran misil selama 60 hari.

Uji coba rudal 29 November, berjarak sekitar 74 hari dari tes terakhir yang dilakukan Korea Utara pada 15 September 2017.

Dengan meluncurkan rudal, Korut tak hanya menantang AS, tapi juga memalingkan muka dari China dan Rusia, para sekutunya yang juga mendukung proposal damai.
Perang Jadi Solusi Final?
Bahkan ketika rudal Korea Utara masih meluncur di angkasa, kabar soal provokasi terbaru Pyongyang sudah sampai ke telinga Donald Trump. Ia pun segera menggelar rapat darurat.

"Kami akan mengurusnya ... Ini adalah situasi yang akan ditangani," kata Donald Trump, beberapa jam usai peluncuran rudal Korut.

Tak berapa lama kemudian, Presiden ke-45 AS itu 'berkicau' lewat akun Twitter pribadinya. "Usai peluncuran rudal Korea Utara (29 November), sangatlah penting bahwa anggaran kita dialirkan untuk mendanai pemerintah dan militer!"

Belakangan, Trump mengancam, sanksi baru akan dijatuhkan pada Korut.

Seperti dikutip dari Time, Rabu 29 November 2017 malam, dalam pembicaraan dengan pemimpin China, Presiden Xi Jinping ia meminta agar Beijing menggunakan segala macam cara untuk mengembalikan Korut ke jalur denuklirisasi.


"Pembicaraan terkait aksi provokatif Korut. Sanksi tambahan akan dijatuhkan pada Korea Utara hari ini. Situasi ini akan ditangani!," kata Trump.

Presiden Donald Trump juga telah menjalin komunikasi diplomatik dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe serta Presiden Korea Selatan Moon Jae-in terkait isu rudal Korea Utara.

Utusan AS untuk PBB Nikki Haley dan rekan-rekannya dari Jepang dan Korea Selatan juga telah meminta sebuah pertemuan Dewan Keamanan darurat pada Rabu 29 November 2017 waktu setempat.

Seperti dikutip dari CNN, sikap Donald Trump -- yang tak sekeras sebelumnya -- mungkin adalah suatu langkah terkalkulasi karena tak ingin terjebak dalam arus retorika agresif Kim Jong-un.

Atau bisa pula, tanggapan Trump yang cenderung relatif halus itu mencerminkan bahwa sesungguhnya sang presiden, tak hanya kehilangan retorika agresifnya, namun juga mengalami kekurangan opsi dalam menangani Korea Utara.

"Tak ada yang berubah. Kami sudah lakukan pendekatan serius, tapi tak berubah," kata Trump.

Sang miliarder nyentrik diduga dalam posisi dilematis. Peluncuran rudal Korea Utara pada 29 November menjadi bukti kuat bahwa langkah diplomasi yang selama ini dilakukan oleh AS tak kunjung membuahkan hasil -- yakni melucuti program pengembangan serta teknologi rudal nuklir Korut.

Maka, jika diplomasi takkan menghasilkan hasil positif, maka diprediksi, Donald Trump akan mempertimbangkan opsi militer demi menghentikan krisis rudal dan nuklir Korea Utara.

Penerapan opsi militer akan menjadi pengambilan keputusan yang paling high profile atau menarik perhatian publik, yang pernah dilakukan oleh seorang presiden sebuah negara sejak Perang Dunia II berakhir.
Opsi itu juga diprediksi akan menarik perhatian serta partisipasi negara internasional lainnya (seperti koalisi AS, China, dan Rusia), yang diprediksi akan memicu konflik bersenjata berskala besar, bahkan mengglobal.

Di sisi lain, Donald Trump mungkin terpaksa harus menerima Korut sebagai salah satu negara pemilik misil balistik berhulu ledak nuklir, yang sewaktu-waktu mampu mengirimkannya ke Negeri Paman Sam.
Opsi Perang Masih Terbuka

Namun, opsi perang ternyata masih terbuka. "Jika kami harus berperang demi menghentikan (krisis rudal dan nuklir Korut) itu, maka kami akan melakukannya," kata Senator Lindsey Graham, Anggota Senat AS dari Partai Republik yang mewakili Negara Bagian Carolina Selatan.

"Jika perang berlangsung dengan Korea Utara, hal itu terjadi karena Korut yang menyulutnya. Kami akan berperang jika hal-hal itu (krisis rudal dan nuklir Korut) tidak berubah," tambah Senator Lindsey Graham.
Kendati demikian, menurut dia, opsi militer dan berperang bukan pilihan utama AS.

"Saya tak ingin berperang. Dia (Trump) tak ingin berperang. Tapi kami tak akan membiarkan pria gila di Korea Utara itu (Kim Jong-un) memiliki rudal dengan kapabilitas yang mampu menyerang daratan AS."
"Trump siap (untuk berperang) jika dibutuhkan, guna menghancurkan rezim Korut demi melindungi Amerika Serikat. Jika Trump harus memilih untuk menghancurkan rezim Korea Utara atau membiarkan Korut menghancurkan daratan AS, maka Trump akan memilih menghancurkan rezim Korea Utara," tambahnya.

Korea Utara sendiri bersikukuh tak ingin melucuti persenjataan rudal dan nuklirnya. Kim Jong-un percaya, ia membutuhkan senjata pemusnah massal untuk bertahan.
Seperti dikutip dari Sky News, sejumlah diktator lain yang mundur dan menghentikan program nuklir mereka, dilengserkan Barat dan berakhir di peti mati: Saddam Hussein dan Moammar Khadafi.

Pasca-peluncuran senjata nuklir Korut, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengatakan, opsi diplomatik untuk mengakhiri krisis nuklir Korea Utara masih tetap terbuka. Setidaknya sampai saat ini.

HEADLINE: Rudal Korut Ancam Washington DC, Perang Akan Berkobar?

Posted by : Susan Lims
Date :Rabu, 29 November 2017
With 0komentar

PVMBG: Lava Semakin Banyak, Gunung Agung Berpotensi Meletus Lagi

|
Baca selengkapnya »

Image result for PVMBG: Lava Semakin Banyak, Gunung Agung Berpotensi Meletus Lagi
Sinar api menyala terang di puncak kawah Gunung Agung, di Karangasem, Bali, Minggu (26/11). Usai meletus pada Sabtu malam, 25 November 2017, Gunung Agung sempat mengeluarkan sinar merah yang disebut lava.
Suhu panas di Gunung Agung semakin meningkat. Jika pada tiga hari lalu suhu panas atau thermal nilai Vulcanic Radiatif Power (VPR) 51 megawatt, semalam terekam 97 megawatt.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana, mengatakan, naiknya thermal dengan angka yang tinggi itu berarti lava semakin tumbuh dan banyak di permukaan Gunung Agung.

"Terjadi pertumbuhan lava di dalam kawah Gunung Agung, terus tumbuh di lantai atau dasar kawah," ujar Devy di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (/11/2017).

Selain menunjukkan jumlah lava semakin banyak, hal itu bermakna Gunung Agung berpotensi meletus lagi.

"Dia berpotensi menghasilkan letusan. Dalam kondisi over pressure, ketika magma di bawah permukaan terakumulasi tekanannya, maka ketika dia melepaskan tekanan, material terlontar dapat berupa batu maupun abu," jelas Devy.

Vulkanik Glow
Terkait cahaya terang di kawah Gunung Agung, Devy menjelaskan, itu adalah vulkanik glow yang diakibatkan oleh lava yang sudah ada di permukaan.

"Kita tidak perlu membuktikan naik ke atas untuk melihat ada atau tidak lavanya. Kita kan punya teknologi satelit. Satelit sudah merekam adanya lava di permukaan dan sudah berada di dasar kawah, semakin tumbuh terus, jumlah lavanya semakin banyak," papar dia.


PVMBG: Lava Semakin Banyak, Gunung Agung Berpotensi Meletus Lagi

Posted by : Susan Lims
Date :
With 0komentar

Bukan Sulap atau Ilmu Hitam, 8 Fakta tentang Hipnotis Ini Bakal Buatmu Tercengang

| Senin, 27 November 2017
Baca selengkapnya »


Teknik Hipnotis
“Tatap mata saya…”
“Dalam hitungan ke-tiga, kamu akan tertidur. Satu…dua…”

Dialog semacam itu pastinya sudah nggak asing lagi di telinga. Di televisibanyak acara-acara hipnotis yang ditayangkan. Peserta biasanya akan bisa langsung tertidur dan bisa disuruh melakukan apa-apa. Ada juga yang diajak ngobrol di bawah alam sadarnya sehingga keluar semua rahasianya. Kalau dipikir-pikir, hipnotis ini seram juga ya karena mengambil alih kesadaran kita.

Tapi sebenarnya apa sih yang terjadi kalau kita sedang dihipnotis? Apa iya, kita kehilangan kontrol sepenuhnya atas diri sendiri dan akan mengikuti instruksi dari orang yang menghipnotis? Kalau penasaran, yuk simak ulasan Hipwee News & Feature kali ini! Dalam ranah teori,begini nih penjelasan hipnotis.

 Tingginya konsentrasi membuat kita terbebas dari koneksi dengan sekitar

Perlu konsentrasi
Selama ini, banyak yang berasumsi bahwa orang yang pikirannya lemah dan kacau bisa jadi mangsa empuk tukang hipnotis. Padahal hipnotis justru hanya akan terjadi jika kita terlalu berkonsentrasi terhadap benda spesifik. Karena semua fokus tercurah ke situ, kita jadi seolah terlepas dari 
lingkungan sekitar. Analoginya sama seperti saat kita baca buku di tempat umum. Saking serunya berselancar di barisan kata-kata, kita jadi luput memperhatikan sekitar. Kamu ingat ‘kan ahli hipnotis selalu minta “tatap mata saya..” atau “perhatikan benda ini..“? Ya memang untuk bisa dihipnotis, kamu harus benar-benar fokus.

Yang sebenarnya terjadi adalah tubuh memang rileks, tapi kamu sepenuhnya terjaga

Terlihat sedang tidur, padahal cuma rileks aja 

Kalau melihat di televisi, orang yang dihipnotis sepertinya dalam kondisi tidur. Matanya terpejam dan tubuhnya juga lemah lunglai. Dalam kondisi terhipnotis, tubuh kita memang dalam kondisi sangat rileks. Tapi seluruh organ tubuh kita sebenar-benarnya terjaga. Dapat dibilang kamu juga menyadari segala yang terjadi. Memang ada kemungkinan kamu yang kelelahan saat dihipnotis, akan jatuh tertidur. Nah, saat inilah sang penghipnotis nggak bisa “membangunkanmu” dan secara otomatis proses hipnotis itu terhenti dengan sendirinya.
Jadi hipnotis nggak pernah mengambil seluruh kesadaranmu
Hipnotis juga digambarkan begitu mengerikan di film dan novel-novel. Orang lain bisa mengontrol kita dan membuat kita seperti zombie. Kalau orang jahat, harta benda kita juga bisa dikuras setelah kita dihipnotis. Tapi sebuah hipnotis yang sempurna memerlukan “kerja sama” antara penghipnotis dan yang dihipnotis. Karena hipnotis perlu konsentrasi luar biasa, jadi tergantung kamu mau atau nggak untuk mengikuti prosesnya. Masuk dalam kondisi terhipnotis ini sendiri adalah skill yang bisa dipelajari lho.
Karena itulah, kamu bisa disuruh untuk bertindak macam-macam sesuai dengan sugestinya

Imajinasi meningkat 
Karena sudah menyiratkan kooperasi dan kerja sama sejak awal, saat terhipnotis, orang akan lebih mudah dikasih tahu. Orang yang sudah siap dihipnotis bisa dimasukan sugesti. Lalu di sini juga imajinasi mengambil peran. “Terhipnotis” seringkali disamakan dengan kondisi mengkhayal. Jadi kalau sang penghipnotis mensugesti kamu sedang ada di ladang gandum dengan hujan cokelat dari meteor, kamu akan melihat itu semua di pikiranmu. Jadi kamu pun nggak akan keberatan saat disuruh lari-larian seolah sedang mengejar hujan cokelat.
 Bukan jaminan apa yang kamu katakan saat dihipnotis itu benar

Hipnotis bukan serum kebenaran
Masih ingat acara hipnotis yang dibawakan oleh Uya Kuya dulu? Di sana peserta yang dihipnotis seolah-olah jadi blak-blakan atas semua rahasianya. Tapi apakah hipnotis adalah metode untuk membongkar rahasia seseorang? Ternyata nggak begitu lho. Dalam kondisi terhipnotis, kamu tetap punya kontrol atas dirimu sendiri. Kamu nggak akan ngomong A kalau memang nggak mau ngomong A. Jadi ketika peserta di acara Uya Kuya membongkar rahasianya, itu berarti dia memang mau membongkar rahasianya sendiri.

Kalau dari segi psikologi medis, hipnotis memang bisa membantu seseorang untuk menggali lebih dalam soal pengalaman hidupnya di masa lalu. Bagaimana perasaannya dan bagaimana pendapatnya. Tapi pengalaman itu murni subjektif yang bisa jadi benar dan bisa jadi salah.
Kamu bisa menghipnotis dirimu sendiri kok, misalnya dengan yoga dan meditasi

Meditasi juga sebuah self-hypnosis
Di luar acara hiburan televisi, hipnotis sering dikaitkan dengan orang jahat yang selalu mengambil keuntungan dari korbannya. Sebenarnya, tanpa kita sadari sehari-hari kita sering ada dalam kondisi terhipnotis kok. Ini yang namanya self-hypnosis. Banyak juga ahli yang berpendapat bahwa semua hipnotis adalah self-hypnosis, karena seorang hipnosist sebenarnya nggak melakukan apa-apa selain memberikan instruksi.

Saat kamu terlarut dalam cerita novel, saat kamu berkonsentrasi menyetir supaya selamat sampai tujuan, bisa dibilang kamu sedang menghipnotis diri sendiri. Contoh lainnya adalah meditasi. Meditasi yang sukses mengharuskan kamu super fokus, sehingga melepaskan diri dari hal-hal duniawi di sekitarmu.
Tapi anehnya, semakin tinggi konsentrasi semakin mudah dihipnotisnya

Orang yang mudah konsentrasi justru lebih mudah dihipnotis
Hipnotis bisa terjadi kepada siapa saja, nggak cuma kepada dia yang pikirannya sedang kacau dan lemah mentalnya. Tapi, nggak semua orang bisa dihipnotis, karena hipnotis membutuhkan kerja sama dari peserta. Uniknya, orang yang cerdas dengan IQ tinggi dan memiliki daya konsentrasi yang tinggi akan lebih mudah memasuki tahap hipnotis. Lagi-lagi kembali ke teori awal, bahwa untuk dihipnotis, kamu harus benar-benar fokus.
 “Intervensi” hipnotis bisa bermanfaat dan menyembuhkan berbagai gangguan psikis

Bisa untuk terapi medis
Di dunia medis, hipnotis punya banyak manfaat. Seorang tokoh psikologi, Sigmund Freud, mengembangkan hipnotis untuk teknik psikoanalisa. Selain itu, hipnotis juga bisa mengatasi berbagai gangguan kesehatan, seperti mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan insomnia. Sisi positifnya lagi, melalui sugesti, proses hipnotis juga bisa menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok. Tentu saja semua itu harus disertai kemauan dari pasien. Selain itu, hipnotis juga bukan obat yang langsung terasa efeknya. Tapi kebiasaan mensugesti diri sendiri sampai akhirnya tubuh mengikuti sugesti tersebut.

Wah, ternyata diri kemauan kita sangat besar pengaruhnya atas sukses/nggaknya proses hipnotis. Jadi kalau yang di TV-TV itu, proses hipnotis terjadi dipengaruhi juga dengan keinginan subjek untuk mendapat sedikit sorotan. Orang yang dihipnotis mau melakukan sugesti yang diberikan selama itu “fun” dan dalam konteks hiburan.

Hmm, kalau hipnotis seperti itu penjelasannya, kira-kira kalau ilmu pelet seperti apa ya?

Bukan Sulap atau Ilmu Hitam, 8 Fakta tentang Hipnotis Ini Bakal Buatmu Tercengang

Posted by : Susan Lims
Date :Senin, 27 November 2017
With 0komentar

Tes Nuklir Korea Utara Picu Gempa yang Tewaskan Puluhan Orang

|
Baca selengkapnya »

Image result for Pesta kembang api saat merayakan kesuksesan peluncuran bom hidregon antarbenua Korut di Kim Il Sung Square, Pyongyang, Rabu (6/9). Bom hidrogen itu disebut dapat melenyapkan seluruh penghuni New York jika dijatuhkan di kota itu.
Pesta kembang api saat merayakan kesuksesan peluncuran bom hidregon antarbenua Korut di Kim Il Sung Square, Pyongyang, Rabu (6/9). Bom hidrogen itu disebut dapat melenyapkan seluruh penghuni New York jika dijatuhkan di kota itu.
Pyongyang - Pada Minggu 3 September 2017, Korea Utara menggelar uji coba bom hidrogen yang memicu gempa dengan kekuatan 6,3 skala Richter (SR).
Bagi rezim Kim Jong-un, itu adalah sebuah prestasi. Sementara bagi dunia, hal tersebut adalah ancaman. Tak hanya itu, belakangan terkuak, sejumlah warga Korut menjadi 'tumbalnya'.

Uji coba nuklir berdaya ledak tinggi memicu guncangan kuat berdurasi selama delapan menit. Akibatnya, sejumlah gedung di sejumlah desa di Provinsi Hamgyong runtuh, termasuk sebuah sekolah yang dekat dengan lokasi tes bom hidrogen di Punggye-ri.
Dilaporkan, puluhan orang tewas dan lebih dari 150 anak-anak luka-luka. Keberadaan korban jiwa tersebut diungkap oleh kelompok pembelot bernama South and North Development.

Menurut mereka, rezim Kim Jong-un dituduh tak memberikan peringatan kepada warga lokal soal uji coba tersebut. Anak-anak berada di dalam ruang kelas saat gempa akibat uji coba nuklir mengguncang.
Sementara itu, sejumlah tentara yang menderita akibat efek radiasi membanjiri rumah sakit pasca uji coba.

Pemerintah kemudian menginstruksikan para petani yang terdampak untuk memanen tanaman, alih-alih memperbaiki kerusakan yang timbul.
"Para petani bahkan tak terpikir untuk memperbaiki kerusakan karena mereka sibuk memanen tanaman, padahal sudah tiga bulan berlalu sejak rumah-rumah mereka rusak," kata sumber pembelot Korea Utara, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (27/11/2017).

"Para petani yang rumahnya rusak tinggal di penampungan atau menumpang tetangga yang kediamannya relatif tak rusak berat."

Sejumlah ahli mengklaim, Kim Jong-un sedang mempersiapkan minatur hulu ledak nuklir yang bisa mencapai daratan Amerika Serikat dalam hitungan pekan.
Negara paling menutup diri di muka Bumi itu diyakini kian dekat menuju status kekuatan nuklir, meski dalam empat bulan terakhir uji coba rudal makin sedikit dilakukan.

Namun, peningkatan kekuatan uji coba nuklir Korut bisa berarti programnya bisa berlangsung tanpa ledakan, demikian Tetsuo Sawada, yang merupakan asisten profesor di Tokyo Institute of Technology.
Sawada mengatakan, Korut telah mencapai level baru teknologi nuklir yang memungkinkannya mengembangkan senjata pemusnah massal tanpa tes.
Image result for Tes Nuklir Korea Utara Picu Gempa yang Tewaskan Puluhan Orang
Bom Hidrogen: 1.000 Kali Lebih Kuat Daripada Bom Atom Perang Dunia II
"Korea Utara terus meningkatkan teknologinya dan sekarang telah mencapai tingkat di mana, menurut perkiraan saya, tidak perlu lagi melakukan peledakan nuklir untuk menguji dan mengembangkan senjata yang relevan," kata dia kepada kantor berita Rusia TASS awal bulan ini.
"Saya yakin, uji coba terakhir, yang keenam, berhasil. Pakar ahli memperkirakan kekuatan senjata Korutsetara dengan 250 kiloton TNT."

Memicu Tanah Longsor
Uji coba bom hidrogen Korea Utara pada 3 September 2017 juga diyakini menyebabkan sejumlah tanah longsor. Hal tersebut didasarkan pada sejumlah citra satelit setelah uji coba itu dilangsungkan.
Uji coba tersebut dilakukan di situs uji coba nuklir Punggye-ri yang berlokasi di bawah tanah.

Dikutip dari BBC, Rabu (6/9/2017), kelompok analis yang berfokus pada isu Korea Utara, 38 North, mempublikasikan sejumlah gambar yang memperlihatkan sejumlah efek di situs tersebut setelah uji coba bom tersebut dilakukan.
Saat bom hidrogen diledakkan, gempa 6,3 skala Richter dirasakan di sepanjang perbatasan Korea Utara dengan China.

Kelompok 38 North mengatakan, citra satelit itu memperlihatkan sejumlah longsor serta banyak tanah yang hancur akibat gempa tersebut.
Mezurut kelompok itu, hal tersebut dapat dilihat di dekat Gunung Mantap, titik tertinggi di situs uji coba itu.

"Efek tersebut lebih parah dan luas dibanding lima uji coba yang dilakukan Korea Utara sebelumnya," ujar 38 North dalam situsnya.
Sejumlah ahli meyakini bahwa uji coba bom nuklir itu menyebabkan runtuhnya terowongan bawah tanah di Punggye-ri, Korea Utara.

Bom 3 September itu diyakini berkekuatan 50 hingga 120 kiloton. Kekuatan tersebut, tiga kali lebih besar dibanding bom yang yang menghancurkan Hiroshima pada 1945.
Berdasarkan laporan South China Morning Post, awal pekan ini ilmuwan China memperingatkan bahwa Gunung Mantap akan melepaskan radiasi jika uji coba nuklir kembali dilakukan.

BACA JUGA :

Tes Nuklir Korea Utara Picu Gempa yang Tewaskan Puluhan Orang

Posted by : Susan Lims
Date :
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲