Misteri Permainan Boneka Gaib Jelangkung,dan Risikonya?

| Senin, 30 Oktober 2017





Ritual memanggil arwah yang yang biasa di sebut jelangkung

Indonesia merupakan negara yang begitu kaya hingga memiliki sebuah permainan gaib yang tersohor. Bagi penggemar hal-hal mistis atau horor, permainan Jelangkung mungkin sudah sangat dikenali. Tapi bagi yang belum tahu, simak dulu penjelasan berikut.

Jelangkung merupakan permainan tradisional untuk memanggil arwah atau roh ke dalam media tertentu. Biasanya dalam permainan ini, disediakan batok kelapa dan kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat digerakkan. Bisa juga menggunakan koin atau batu.

Ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa roh akan masuk begitu saja tanpa perlu dirapalkan mantra. Namun ada juga sebagian pendapat yang menyatakan bahwa arwah untuk permainan jelangkung perlu diundang dengan mantra sebagai berikut, "elangkung, jelangkung. Di sini ada pesta kecil-kecilan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar."


Jelangkung permainan tradisional Indonesia yang awalnya berasal dari ritual Tionghoa ©

Adapun mantra dalam bahasa Jawa adalah sebagai berikut, "Hong ilaheng heh jagad alusan roh gentayangan. Jelangkung jaelangsat siro, ning kene ono, siro angslupo, yen siro teko wenehono tondo, Hayo enggalo teko, hayo ndang angslupo," Usai dirapalkan mantra tersebut maka sesosok makhluk halus akan tiba.

Dalam beberapa kepercayaan, permainan ini dilakukan untuk mengetahui sesuatu yang diinginkan oleh si pengundang. Mulai dari ramalan nomor togel, ramalan masa depan, bahkan menanyakan apakah benar sang kekasih berselingkuh dengan orang lain.
                         
Sama seperti kegiatan supranatural lainnya, permainan Jelangkung tentu saja berisiko apalagi tanpa pendampingan sosok spiritual. Salah-salah, roh yang diundang tak mau kembali dan malah meneror si pengundang.

Karena berhubungan dengan pemanggilan arwah, permainan ini memiliki risiko tinggi


Jelangkung sendiri berasal dari kata Jailangkung yang diduga berhubungan dengan kepercayaan tradisional Tionghoa yang telah punah. Ritual ini merupakan kemampuan dewa 'Moyang' dan 'Poyang' yang diakui sebagai dewa pelindung anak-anak. Permainan ini dulunya dilakukan setiap festival rembulan.

Dalam ritual tersebut, dewa Moyang dan Poyang dipanggil untuk masuk ke sebuah boneka keranjang yang salah satu tangannya dilengkapi dengan media catat dan dikalungi kunci. Sembari menyalakan dupa dan melakukan ritual, nantinya boneka tersebut semakin berat dan bergerak.

Meski cuma permainan, tetap saja jelangkung adalah tindakan yang berbahaya. Bila tak diakhiri dengan berpamitan sebagaimana mestinya, maka pemain harus mempertanggungjawabkan ritualnya dengan mengantar arwah yang diundang atau mengalami kesurupan. Nah, masih mau coba main Jelangkung?
 
BACA JUGA :

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲